KILASNEWSTV.com, PALEMBANG – Kecamatan Ilir Barat I (IB I) Palembang yang selama bertahun-tahun dikenal sebagai salah satu kawasan dengan tingkat kerawanan tinggi perlahan menunjukkan wajah baru. Julukan “jalur Gaza” yang melekat akibat maraknya tawuran dan konflik antar kelompok warga kini mulai memudar seiring membaiknya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Di balik perubahan tersebut, Polsek Ilir Barat I di bawah kepemimpinan Kapolsek Kompol Fauzi Saleh, SH, MM, MH terus menggencarkan berbagai strategi pengamanan yang tidak hanya mengedepankan penegakan hukum, tetapi juga pendekatan humanis kepada masyarakat.
Kompol Fauzi mengungkapkan, upaya menciptakan lingkungan yang aman dilakukan secara menyeluruh dengan mengoptimalkan seluruh fungsi kepolisian, mulai dari patroli rutin, Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD), hingga penguatan peran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat.
“Kami tidak hanya fokus pada penindakan, tetapi juga membangun kedekatan dengan masyarakat. Seluruh personel kami bergerak aktif untuk melakukan pencegahan, deteksi dini, serta menyelesaikan berbagai persoalan di tingkat lingkungan sebelum berkembang menjadi gangguan kamtibmas,” ujar Fauzi, Jumat (12/6/2026).
Menurutnya, intensitas kehadiran polisi di tengah masyarakat menjadi salah satu faktor utama yang berhasil menekan angka kriminalitas maupun aksi tawuran yang sebelumnya kerap terjadi di wilayah tersebut.
Bhabinkamtibmas, kata Fauzi, menjadi ujung tombak dalam membangun komunikasi dengan warga. Selain rutin menyambangi lingkungan binaan, mereka juga aktif memberikan penyuluhan, pembinaan kepada generasi muda, serta menggelar berbagai kegiatan sosial dan keagamaan.
Langkah tersebut dinilai efektif dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian sekaligus menumbuhkan kesadaran kolektif untuk menjaga keamanan lingkungan.
Tidak hanya menyasar kalangan dewasa, pendekatan juga dilakukan kepada anak-anak dan remaja yang selama ini rentan terlibat dalam aksi tawuran. Melalui edukasi, pembinaan mental dan spiritual, hingga kegiatan keagamaan di sekolah maupun rumah ibadah, Polsek Ilir Barat I berupaya membentuk karakter generasi muda yang lebih positif.
“Kami terus mendorong anggota, khususnya Bhabinkamtibmas, agar mampu menjadi problem solver di tengah masyarakat. Persoalan kecil harus segera diselesaikan sehingga tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar,” tegasnya.
Perubahan situasi keamanan di wilayah Ilir Barat I juga mendapat apresiasi dari masyarakat. Warga mengaku kini lebih nyaman menjalankan aktivitas sehari-hari karena frekuensi tawuran dan gangguan keamanan sudah jauh berkurang dibanding beberapa tahun sebelumnya.
Purnomo, warga Kemang Manis, menilai kehadiran polisi saat ini tidak hanya terlihat dalam menjaga keamanan, tetapi juga dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.
“Kami merasakan langsung perubahan situasi. Polisi sekarang lebih sering hadir di lingkungan warga, membantu masyarakat yang membutuhkan, dan memberikan pembinaan kepada anak-anak muda. Ini yang membuat suasana lebih aman dan kondusif,” katanya.
Keberhasilan menekan potensi konflik di kawasan yang sebelumnya dikenal rawan tersebut menjadi bukti bahwa pendekatan persuasif, kolaboratif, dan humanis dapat menjadi strategi efektif dalam menciptakan keamanan yang berkelanjutan di tengah masyarakat.(H Ferizal).








