KILASNEWSTV.Com,MUSI BANYUASIN — Kepedulian terhadap masyarakat tidak cukup diwujudkan melalui slogan. Kehadiran, komunikasi, dan aksi nyata menjadi hal penting untuk membangun kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

Semangat itulah yang ditunjukkan Kapolsek Lalan, Polres Musi Banyuasin (Muba), Ipda Mustafa Fajri, S.H., melalui kegiatan Jumat Berkah di Masjid Al Istiqomah, Desa Karang Tirta, Kecamatan Lalan, Kabupaten Muba, Jumat (16/10/2026).

Tak hanya menjalankan ibadah salat Jumat berjamaah, Mustafa bersama personelnya memanfaatkan momentum tersebut untuk mempererat silaturahmi dengan masyarakat sekaligus membangun komunikasi terkait keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Sebanyak 60 kotak makanan ringan dibagikan kepada jamaah. Namun, kegiatan ini tidak semata-mata tentang berbagi makanan. Lebih dari itu, Jumat Berkah menjadi sarana mendekatkan polisi dengan masyarakat melalui pendekatan yang humanis dan terbuka.

Kehadiran Kapolsek Lalan di tengah masyarakat menjadi bagian dari upaya membangun hubungan yang tidak hanya terjalin ketika terjadi persoalan hukum atau gangguan keamanan.

Melalui pertemuan langsung dengan jamaah dan tokoh agama, jajaran Polsek Lalan membuka ruang komunikasi untuk menyerap aspirasi, mendengarkan informasi mengenai kondisi lingkungan, serta mengetahui persoalan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban.

Pendekatan seperti ini penting karena menjaga kamtibmas tidak bisa hanya bertumpu pada patroli dan penindakan. Kepekaan terhadap persoalan masyarakat, komunikasi yang terjaga, serta keterlibatan warga juga menjadi fondasi penting dalam mencegah gangguan keamanan sejak dini.

Di sinilah kegiatan sosial memiliki nilai strategis. Polisi tidak hanya menjalankan tugas sebagai penegak hukum, tetapi juga membangun hubungan sosial agar masyarakat merasa dekat dan tidak ragu menyampaikan informasi maupun persoalan yang mereka hadapi.

Bagi Polsek Lalan, Jumat Berkah menjadi salah satu bentuk pendekatan untuk memperkuat hubungan tersebut.

Semangat berbagi juga ditunjukkan Ketua Bhayangkari Ranting Polsek Lalan, Dian Mustafa Faji, bersama anggota Bhayangkari melalui kegiatan sosial di Masjid Nuraidi, Kecamatan Sako, Kota Palembang.

Bersama pengurus masjid dan ibu-ibu pengajian, mereka bergotong royong menyiapkan hidangan makan siang untuk masyarakat.

Kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa kepedulian keluarga besar kepolisian terhadap masyarakat dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana yang manfaatnya bisa dirasakan secara langsung.

Menyiapkan makanan, berbagi dengan sesama, dan terlibat dalam kegiatan sosial merupakan bentuk kontribusi yang memperkuat kebersamaan antara keluarga besar kepolisian dan masyarakat.

Peran Bhayangkari dalam kegiatan ini juga menjadi bagian dari gerakan sosial yang melengkapi upaya pendekatan humanis kepolisian. Jika personel polisi membangun komunikasi melalui tugas pelayanan dan pengamanan, kegiatan Bhayangkari turut menghadirkan kepedulian melalui aksi sosial di tengah masyarakat.

Jumat Berkah Jangan Berhenti sebagai Agenda Seremonial

Kegiatan yang dilakukan jajaran Polsek Lalan bersama Bhayangkari tersebut membawa pesan bahwa hubungan polisi dan masyarakat perlu dirawat melalui tindakan nyata, bukan sekadar pertemuan formal.

Kepercayaan publik tumbuh ketika masyarakat merasakan kehadiran aparat, memperoleh ruang untuk menyampaikan persoalan, dan melihat kepedulian yang diwujudkan secara konsisten.

Karena itu, kegiatan Jumat Berkah diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial sesaat. Keberlanjutan program, konsistensi pelayanan, dan keterbukaan dalam menerima aspirasi menjadi hal penting agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.

Di tengah tuntutan terhadap pelayanan publik yang semakin tinggi, pendekatan humanis dapat menjadi jembatan untuk memperkuat komunikasi antara kepolisian dan warga.

Bagi Kapolsek Lalan Ipda Mustafa Fajri dan Ketua Bhayangkari Ranting Polsek Lalan Dian Mustafa Faji, kegiatan sosial tersebut menjadi wujud kepedulian yang dibangun melalui kebersamaan.

Selama kegiatan Jumat Berkah di Masjid Al Istiqomah, Desa Karang Tirta, berlangsung, situasi dilaporkan aman, tertib, dan kondusif.

Pesannya jelas: kehadiran polisi tidak semestinya hanya dirasakan ketika penindakan dilakukan. Polisi juga harus hadir untuk mendengar keluhan, membangun kepercayaan, dan berbagi kepedulian.

Sementara itu, keterlibatan Bhayangkari memperluas makna pengabdian melalui aksi sosial yang mendekatkan keluarga besar kepolisian dengan masyarakat.(H Ferizal).