KILASNEWSTV.com, Palembang – PT PLN (Persero) terus memperkuat keandalan pasokan listrik dengan mengandalkan teknologi digital dalam pemeliharaan jaringan transmisi.
Salah satu langkah terbaru dilakukan melalui inspeksi Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kV Betung–Sungai Lilin Line 1 dan Line 2 menggunakan drone termal tanpa memadamkan aliran listrik.
Inspeksi yang dilaksanakan oleh Tim Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) PLN Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Palembang ini mencakup Tower 1 hingga Tower 100.
Seluruh pemeriksaan dilakukan saat jaringan tetap bertegangan sehingga pasokan listrik bagi masyarakat, dunia usaha, dan sektor industri tetap berjalan normal tanpa gangguan.
Pemanfaatan drone termal menjadi bagian dari strategi PLN menerapkan condition-based maintenance (CBM) atau pemeliharaan berbasis kondisi. Melalui metode ini, kondisi aset dapat dipantau secara real time sehingga potensi gangguan dapat diketahui lebih awal sebelum berkembang menjadi kerusakan yang berisiko mengganggu sistem kelistrikan.
Teknologi kamera termal yang terpasang pada drone mampu mendeteksi perubahan temperatur pada berbagai komponen penting jaringan transmisi, mulai dari titik tengah bentang (midspan), dead end, klem, jumper, compression sleeve hingga sambungan konduktor. Dari hasil pemetaan tersebut, titik-titik yang mengalami kenaikan suhu tidak normal dapat segera diidentifikasi dan ditindaklanjuti.
Selain meningkatkan akurasi inspeksi, penggunaan drone juga membuat proses pemeriksaan lebih cepat dan aman.
Area yang sulit dijangkau petugas kini dapat diperiksa dari udara, sekaligus mengurangi risiko pekerjaan di lapangan dan mempercepat proses pengumpulan data.
Manager PLN UPT Palembang, Hasbullah, mengatakan transformasi digital menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pemeliharaan jaringan transmisi nasional.
“Penggunaan drone termal memberikan kemampuan bagi Tim PDKB untuk mendeteksi indikasi awal anomali temperatur secara lebih cepat, presisi, dan aman. Yang terpenting, seluruh proses dapat dilakukan tanpa menghentikan penyaluran tenaga listrik kepada pelanggan,” ujarnya.
Menurut Hasbullah, pendekatan berbasis teknologi membuat pemeliharaan aset menjadi lebih efektif karena tindakan perbaikan dilakukan berdasarkan kondisi aktual peralatan, bukan hanya berdasarkan jadwal rutin.
Sementara itu, General Manager PLN UIP3B Sumatera, Amiruddin, menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi inspeksi menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga keandalan sistem transmisi di Sumatera yang terus menghadapi pertumbuhan kebutuhan listrik.
“Keandalan sistem tidak hanya bergantung pada kompetensi personel, tetapi juga pada kemampuan memanfaatkan teknologi modern. Dengan drone termal, potensi gangguan dapat dideteksi lebih dini sehingga langkah penanganan bisa dilakukan sebelum berdampak pada pelanggan,” katanya.
PLN menegaskan akan terus memperluas penerapan inovasi dan digitalisasi dalam pengelolaan aset ketenagalistrikan.
Melalui inspeksi berbasis teknologi yang dilakukan secara berkala, perusahaan optimistis mampu menjaga infrastruktur transmisi tetap dalam kondisi prima sekaligus memastikan pasokan listrik yang andal, aman, dan berkelanjutan untuk mendukung aktivitas masyarakat, dunia usaha, serta pertumbuhan industri di Sumatera.(H Ferizal).







