KILASNEWSTV.Com, PALEMBANG — Tumpukan sampah di Sungai Babusalam, Gang Bakti, Kelurahan Tangga Takat, Kecamatan Seberang Ulu II (SU II), Palembang, akhirnya dibersihkan.

Langkah ini menjadi respons cepat pemerintah kecamatan setelah kondisi saluran air tersebut sebelumnya mendapat sorotan dan dilaporkan warga.

Pembersihan dilakukan dalam rangkaian kegiatan gotong royong yang melibatkan unsur pemerintah kelurahan, aparat kewilayahan, pengurus RT/RW, warga serta personel Asrama Yon Zikon Kompi B Plaju, Minggu (4/10/2026).

Sebelumnya, Camat SU II Oscar S.Sos., M.Si. turun langsung meninjau kondisi Sungai Babusalam pada Jumat (2/10/2026) setelah menerima laporan masyarakat.

Rencana awal untuk membersihkan sungai pada Minggu (11/10/2026) bahkan dipercepat. Hasilnya, tumpukan sampah yang sebelumnya mengganggu aliran air kini telah diangkut.

Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan kerja bakti membersihkan Pemakaman Umum Gubah. Sedikitnya warga dari 12 RT bersama unsur Asrama Yon Zikon Kompi B Plaju ikut bergotong royong.

Turut hadir Camat SU II Oscar, Lurah Tangga Takat Devita Firadia S.IP., M.M., Babinsa Tangga Takat Serda Heri, Bhabinkamtibmas Tangga Takat sekaligus Ketua RW 08 Aiptu Nizar S.H., Ketua RW 09 Bethel Peovilin serta para ketua RT.

Camat SU II Oscar menegaskan, persoalan Sungai Babusalam tidak boleh berhenti pada kegiatan bersih-bersih. Setelah sampah diangkat, tanggung jawab berikutnya adalah memastikan masyarakat tidak kembali menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah.

“Alhamdulillah, terima kasih atas dukungan jajaran kelurahan, Ketua RW, Ketua RT, warga sekitar dan Asrama Yon Zikon Kompi B Plaju. Saat ini Sungai Babusalam sudah bersih dari tumpukan sampah,” ujar Oscar.

Menurutnya, keberadaan saluran air tersebut sangat penting, terutama menghadapi musim penghujan. Aliran air harus dijaga agar tetap lancar menuju Sungai Musi.

Oscar menilai kebersihan Sungai Babusalam juga berkaitan langsung dengan upaya mencegah genangan dan banjir sekaligus mengurangi potensi munculnya sumber penyakit.

“Ini menjadi kewajiban kita bersama untuk menjaga dan merawat Sungai Babusalam. Jangan sampai ketika hujan turun, aliran air tersumbat karena sampah,” tegasnya.

Ia juga meminta kegiatan gotong royong tidak dilakukan hanya ketika persoalan sudah muncul.

Oscar mendorong pembersihan Sungai Babusalam dilakukan minimal satu bulan sekali sebagai langkah pencegahan.

Oscar secara khusus mengingatkan warga agar tidak lagi membuang sampah ke sungai maupun membakar sampah sembarangan.

Menurut dia, kebiasaan tersebut bukan hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan masyarakat.

“Jangan lagi membuang sampah sembarangan, khususnya ke Sungai Babusalam. Kami juga mengimbau agar warga tidak membakar sampah sembarangan karena dapat mencemari lingkungan dan berdampak terhadap kesehatan,” katanya.

Sementara itu, Ketua RW 09 sekaligus Ketua Pengurus Pemakaman Umum Gubah, Bethel Peovilin, mengapresiasi keterlibatan pemerintah dan masyarakat dalam kegiatan tersebut.

Ia menyampaikan terima kasih kepada Camat SU II, lurah, Babinsa, Bhabinkamtibmas, para ketua RT/RW dan warga yang turun langsung membersihkan kawasan pemakaman serta Sungai Babusalam.

“Terima kasih kepada semua pihak, khususnya Camat SU II yang hadir langsung dalam kegiatan gotong royong pembersihan Pemakaman Umum Gubah dan Sungai Babusalam,” ujar Bethel.

Untuk mencegah persoalan kembali terulang, pengurus kawasan juga telah memasang papan imbauan agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan di sekitar pemakaman dan Sungai Babusalam.

Kini, pekerjaan rumahnya bukan lagi sekadar mengangkut sampah yang sudah menumpuk.

Tantangan berikutnya adalah memastikan sungai tetap bersih dan tidak kembali menjadi tempat pembuangan sampah.

Pemerintah kecamatan, kelurahan dan warga diharapkan konsisten menjaga Sungai Babusalam, terutama menjelang musim hujan yang berpotensi meningkatkan debit air dan menguji kelancaran saluran tersebut.(H Rizal).