
KILASNEWSTV.com, PALEMBANG – Aksi tawuran brutal yang nyaris berubah menjadi tragedi berdarah pecah di kawasan Jalan Brigjen Danni Effendi (Radial), tepatnya di sekitar Lambidaro, Palembang, Jumat (12/6/2026) dini hari. Polisi bergerak cepat membubarkan bentrokan dan mengamankan enam pemuda yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan tersebut.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 04.30 WIB itu membuat warga sekitar resah. Dua kelompok pemuda dilaporkan saling serang menggunakan senjata tajam dan benda berbahaya lainnya di tengah jalan saat sebagian masyarakat masih beristirahat.
Tim Gabungan Presisi Sat Samapta Polrestabes Palembang bersama personel Polsek Ilir Barat I yang menerima laporan langsung menuju lokasi dan melakukan tindakan pembubaran. Kedatangan petugas membuat para pelaku kocar-kacir meninggalkan arena bentrokan.
Dari lokasi kejadian, polisi menemukan sejumlah barang yang diduga digunakan dalam tawuran. Barang bukti tersebut antara lain celurit berukuran panjang, pisau, parang, serta pipa besi yang telah dimodifikasi menyerupai senjata api rakitan.
Selain itu, petugas turut mengamankan tiga unit sepeda motor yang diduga digunakan para pelaku menuju lokasi tawuran, yakni Yamaha Fino, Honda PCX, dan Honda ADV.
Kapolsek Ilir Barat I Palembang, Kompol Fauzi Saleh, mengatakan pihaknya tidak akan memberikan toleransi terhadap segala bentuk aksi tawuran yang mengancam keselamatan masyarakat.
“Para pelaku yang berhasil diamankan telah didata. Orang tua mereka juga dipanggil untuk diberikan peringatan keras serta diminta menandatangani surat pernyataan agar kejadian serupa tidak terulang,” tegas Fauzi.
Sebagai langkah lanjutan, keenam pemuda tersebut akan menjalani pembinaan di panti rehabilitasi sosial di Kabupaten Ogan Ilir. Langkah ini diambil sebagai upaya pencegahan agar mereka tidak kembali terlibat dalam aksi kekerasan jalanan.
Enam pemuda yang diamankan masing-masing berinisial RH (20), MPP (21), MRA (21), NA (19), BK (17), dan EP (13).
Beruntung, bentrokan tersebut berhasil dihentikan sebelum menimbulkan korban jiwa. Namun, temuan sejumlah senjata berbahaya di lokasi menjadi sinyal kuat bahwa aksi tawuran di Palembang masih menjadi ancaman serius bagi keamanan lingkungan.
Polisi menegaskan akan terus meningkatkan patroli, khususnya pada jam-jam rawan menjelang subuh, untuk menekan angka tawuran dan menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.
“Kami tidak akan memberi ruang bagi pelaku tawuran. Setiap bentuk gangguan keamanan yang meresahkan masyarakat akan ditindak tegas sesuai aturan yang berlaku,” ujar Fauzi.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa tawuran bukan sekadar kenakalan remaja, melainkan tindakan berbahaya yang berpotensi merenggut nyawa dan mengganggu ketertiban umum. Aparat berharap peran aktif keluarga, sekolah, dan masyarakat dapat menjadi benteng utama untuk mencegah generasi muda terjerumus dalam budaya kekerasan jalanan.(H Ferizal).







