KILASNEWSTV.com, PALEMBANG – Skandal dugaan korupsi proyek pengadaan lampu jalan Tahun Anggaran 2025 di lingkungan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palembang resmi menggelinding ke ranah hukum.

Gerah dengan lambatnya penanganan kasus, puluhan massa dari Generasi Muda Institut merangsek dan menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di depan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Palembang, Jumat (17/7/2026).

Massa menuntut korps adhyaksa bertindak agresif, tanpa pandang bulu, dan menolak keras segala bentuk “main mata” atau kompromi di balik meja dengan para pejabat teras yang diduga terlibat.

Koordinator Aksi, Dodi Hari Utama, membakar semangat massa lewat orasinya yang berapi-api dan menghujam langsung ke jantung persoalan.

Dengan nada tinggi dan keras, ia menegaskan bahwa proyek lampu jalan yang sejatinya menyangkut keselamatan publik telah dijadikan bancakan dan ladang korupsi demi memperkaya diri sendiri.

“Korupsi ini adalah kejahatan luar biasa (extraordinary crime)! Setiap rupiah uang negara yang disalahgunakan dalam proyek lampu jalan 2025 di Dishub Palembang ini adalah hak rakyat yang dirampok secara telanjang!” teriak Dodi di depan gerbang Kejari Palembang.

Dodi dengan tegas memperingatkan tim penyidik Kejari agar tidak loyo dan berani menyentuh seluruh aktor, mulai dari tingkat bawah hingga elit pengambil kebijakan.

“Kami mendesak Kejari Palembang untuk melakukan pemeriksaan total dan radikal terhadap seluruh pihak yang memiliki keterkaitan! Mulai dari proses perencanaan yang janggal, pengadaan, pelaksanaan di lapangan, hingga proses pembayaran proyek wajib diusut tuntas! Jika terbukti, seret semua tikus berdasi itu ke penjara!” tegas Dodi tanpa tedeng aling-aling.

Ketegasan juga disuarakan oleh Zaidi selaku Koordinator Lapangan (Korlap). Ia memberikan ultimatum keras kepada aparat penegak hukum agar tidak berani menyembunyikan fakta apa pun dari publik terkait kasus ini.”Kami minta Kejari Palembang membuka secara transparan, detik demi detik perkembangan proses penyelidikan ini kepada publik! Jangan coba-coba ada yang ditutup-tutupi atau dipetieskan,” cetus Zaidi dengan nada mengancam.

Zaidi memastikan pergerakan mahasiswa dan masyarakat tidak akan berhenti hari ini saja. “Kami akan terus memelototi kasus ini sampai ke akar-akarnya. Ingat, jika proses hukum ini jalan di tempat atau terkesan masuk angin, kami pastikan akan kembali mengepung kantor ini dengan gelombang massa yang jauh lebih besar!” serunya.

Menghadapi desakan massa yang kian memanas, Kejari Palembang akhirnya mengutus Sarif Sulaiman, Jaksa Intelijen yang bertindak mewakili Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari), untuk menemui dan meredam ketegangan di luar gerbang kantor.

Di hadapan massa yang menuntut kepastian, Sarif memastikan proses hukum terhadap dugaan korupsi di tubuh Dishub tersebut masih berjalan dan akan dilaporkan langsung ke pimpinan kejaksaan.

“Kami dari Kejaksaan telah melakukan kegiatan sampai saat ini yang ada bahwa tetap melaksanakan penyelidikan tersebut. Adapun kegiatan ini, informasi-informasi seperti 15 anggota nanti kita sampaikan kepada pimpinan hal tersebut,” ujar Sarif Sulaiman secara blak-blakan.

Sarif pun mengaku membutuhkan dukungan moral dari masyarakat luas guna membongkar tuntas praktik lancung tersebut, sembari mengapresiasi pengamanan dari aparat kepolisian yang menjaga jalannya aksi aspirasi.

“Terima kasih atas apresiasinya terhadap Kejaksaan dalam mengungkapkan korupsi kami sendiri, dan Kejaksaan butuh dukungan dari masyarakat dan tidak lupa dari bapak-bapak kepolisian dan ibu kepolisian yang membantu kami dalam mengamankan jalannya proses aspirasi ini,” lanjutnya.

Merespons tuntutan transparansi yang disuarakan lantang oleh massa aksi, Sarif berjanji bahwa data perkembangan penyelidikan sudah dihimpun dan akan dibuka secara berkala melalui mekanisme resmi di Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kejari.

“Tidak banyak yang saya sampaikan atas dukungan ini, kami tetap melaksanakan penyelidikan sesuai dengan prosedur dan hukum yang berlaku.

Perkembangan ini di bawah solusi khusus yang mana kegiatan ini kemarin sudah ada di laptop, nanti ada (petugas) dari PTSP yang menginformasikan ke bapak perihal perkembangan kegiatan ini,” tutup Sarif mencoba meyakinkan massa.

Aksi ditutup dengan penyerahan naskah tuntutan resmi dari Generasi Muda Institut kepada pihak kejaksaan. Kendati massa membubarkan diri dengan tertib, mereka menegaskan bahwa ‘radar pengawasan’ publik telah dinyalakan dan Kejari Palembang kini sedang diuji integritasnya.(H Ferizal).