KILASNEWS TV.com, MEKKAH — Sebanyak 129 jamaah umrah Paguyuban Masyarakat Palembang Bersatu Sumatera Selatan (PMPB Sumsel) menuntaskan rangkaian ibadah umrah dengan melaksanakan tawaf wada di Masjidil Haram, Mekkah, Minggu (23/8/2026).

Momen penutup ibadah tersebut tidak hanya diwarnai haru karena jamaah segera meninggalkan Mekkah menuju Madinah .Dari tengah suasana spiritual itu, nama M. Yusuf Malaya, Ketua Umum PMPB Sumsel, juga menjadi sorotan setelah para jamaah menyampaikan apresiasi dan doa atas perhatian serta kepeduliannya terhadap perjalanan ibadah 129 jamaah tersebut.

Para jamaah diketahui diberangkatkan dari Palembang pada 19 Agustus 2026. Selama berada di Tanah Suci, mereka menjalani rangkaian ibadah hingga akhirnya menutup perjalanan dengan tawaf wada.

Bagi PMPB Sumsel, keberangkatan 129 jamaah tersebut bukan sekadar perjalanan ke Tanah Suci. Lebih jauh, momentum ini menunjukkan bagaimana kekuatan paguyuban dapat dibangun melalui silaturahmi, kepedulian dan kebersamaan.

“Alhamdulillah, seluruh jamaah sudah menyelesaikan tawaf wada. Ini perjalanan yang penuh rasa syukur. Kami mendoakan Abah Yusuf selalu diberikan kesehatan, rezeki yang semakin luas, keberkahan dan kesuksesan dalam memimpin PMPB Sumsel,” ujar perwakilan jamaah.

Sekretaris Jenderal PMPB Sumsel, Fathurrachman, SE, MM, menegaskan bahwa perjalanan 129 jamaah umrah tersebut memiliki makna yang lebih luas dibanding sekadar agenda keberangkatan dan kepulangan.

“Alhamdulillah, seluruh rangkaian ibadah berjalan dengan baik hingga tawaf wada. Bagi kami di PMPB Sumsel, ini bukan hanya tentang perjalanan ke Tanah Suci, tetapi bagaimana kebersamaan, kepedulian dan silaturahmi diwujudkan dalam bentuk nyata,” kata Fathurrachman.

Menurutnya, perhatian M. Yusuf Malaya terhadap keluarga besar PMPB Sumsel menjadi bagian penting dari semangat kebersamaan yang terus dibangun dalam organisasi.

“Kami mendoakan Abah Yusuf selalu sehat, dimudahkan dalam setiap langkah, dilapangkan rezekinya dan diberikan kekuatan untuk terus membawa PMPB Sumsel menjadi organisasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Fathurrachman menambahkan, keberangkatan jamaah tersebut diharapkan menjadi energi baru bagi keluarga besar PMPB Sumsel untuk semakin memperkuat persaudaraan dan kepedulian sosial.

Senada, Kabid Ekonomi PMPB Sumsel, Hj. Yuly Etyk, mengatakan keberhasilan 129 jamaah menuntaskan rangkaian ibadah merupakan momentum yang patut disyukuri.

“Alhamdulillah, kita patut bersyukur 129 jamaah dapat menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah dengan baik. Mudah-mudahan perjalanan ini membawa keberkahan bagi jamaah dan seluruh keluarga besar PMPB Sumsel,” ujar Yuly.

Ia menilai kekuatan sebuah organisasi tidak semata-mata ditentukan oleh struktur, tetapi juga oleh kepedulian dan rasa kebersamaan di antara anggotanya.

“PMPB Sumsel harus terus bergerak. Bukan hanya membangun organisasi, tetapi juga membangun kepedulian dan memberikan manfaat.

Apa yang dilakukan Ketua Umum semoga menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus memperkuat persaudaraan dan kepedulian sosial,” katanya.

Yuly juga menyampaikan doa khusus untuk M. Yusuf Malaya.

“Kami mendoakan Abah Yusuf selalu diberikan kesehatan, umur yang panjang, rezeki yang luas dan keberkahan dalam memimpin PMPB Sumsel. Semoga semakin banyak kebaikan yang dapat diberikan kepada masyarakat,” ucapnya.

Tawaf wada menjadi salah satu momentum paling mengharukan bagi para jamaah.

Ibadah tersebut menandai berakhirnya rangkaian kunjungan mereka di Tanah Suci Mekkah sebelum bertolak ke Madinah.

Namun, perjalanan 129 jamaah PMPB Sumsel diharapkan tidak berhenti sebagai catatan spiritual pribadi. Nilai kebersamaan, kepedulian dan persaudaraan yang terbangun selama perjalanan diharapkan ikut dibawa pulang dan diwujudkan di tengah masyarakat.

Dari Mekkah, doa untuk M. Yusuf Malaya pun mengalir. Para jamaah dan keluarga besar PMPB Sumsel berharap Ketua Umum mereka senantiasa diberi kesehatan, umur panjang, rezeki yang luas serta keberkahan dalam menjalankan amanah organisasi.

Perjalanan 129 jamaah ini sekaligus mempertegas pesan yang ingin dibangun PMPB Sumsel: paguyuban bukan hanya tempat berhimpun, tetapi ruang untuk memperkuat persaudaraan dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Bagi PMPB Sumsel, perjalanan dari Palembang menuju Tanah Suci bukan sekadar soal berangkat dan pulang. Ada silaturahmi yang diperkuat, kepedulian yang diwujudkan, serta doa yang kini dibawa pulang dari Tanah Suci.(H Ferizal).