KILASNEWSTV.com, SEREMBAN, MALAYSIA — Nama Sumatera Selatan kembali mencuri perhatian di panggung olahraga internasional. Tim dancesport IODI-PMPB Sumatera Selatan membawa pulang tiga medali emas dan satu perak dari ajang Negeri Sembilan Dancesport Championship 2026 di Regent Hall, Seremban, Malaysia, 8–9 Agustus 2026.

Capaian tersebut bukan sekadar tambahan koleksi medali. Bagi Ketua Umum PMPB Sumatera Selatan, M. Yusuf Malaya, prestasi di Malaysia menjadi bukti bahwa pembinaan dancesport di Sumatera Selatan mulai mampu menghasilkan atlet yang kompetitif di level internasional.

“Kami sangat mengapresiasi perjuangan atlet, pelatih dan seluruh tim yang telah membawa nama Sumatera Selatan di ajang internasional. Raihan tiga emas dan satu perak ini menunjukkan bahwa atlet kita mampu bersaing dengan peserta dari berbagai negara,” ujar M. Yusuf Malaya.

Ia menegaskan, prestasi tersebut harus menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan, bukan justru membuat atlet dan organisasi cepat berpuas diri.

Menurut M. Yusuf, semakin sering atlet Sumatera Selatan tampil di kompetisi internasional, semakin besar pula kesempatan untuk mengukur kualitas pembinaan yang selama ini berjalan.

“Ini harus menjadi motivasi untuk meningkatkan pembinaan dan prestasi ke depan. Atlet-atlet muda juga harus mendapatkan ruang yang lebih besar untuk berkembang dan tampil di kompetisi nasional maupun internasional,” katanya.

Di Negeri Sembilan, kekuatan Sumatera Selatan ditunjukkan melalui pasangan-pasangan yang tampil di nomor Latin dan Standard Ballroom.

Pasangan Reyza–Aqilah menjadi salah satu penyumbang medali emas setelah keluar sebagai juara pada kategori Couple Latin Novice.

Keduanya kembali menunjukkan konsistensi dengan meraih medali perak pada kategori Couple Latin Pre Amateur.

Emas kedua dipersembahkan pasangan Deni–Zaza yang tampil di kategori Couple Latin Novice.

Sementara emas ketiga dan keempat datang dari pasangan Nugi–Lyra melalui kategori Couple Standard Ballroom Pre Amateur.

Dua atlet solo, Tisya dan Sabrina, juga ikut memperkuat penampilan kontingen Sumsel dengan menembus persaingan kategori Solo Latin Novice dan meraih gelar juara harapan.

Hasil tersebut menjadi semakin berarti karena kompetisi di Negeri Sembilan diikuti peserta dari sejumlah negara, yakni Malaysia, Indonesia, Singapura, Filipina dan Rusia.

Dengan demikian, Empat emas dan satu perak yang diraih IODI-PMPB Sumsel menunjukkan bahwa atlet daerah tidak hanya mampu bersaing di tingkat nasional, tetapi juga mulai mampu berbicara di arena internasional.

M. Yusuf Malaya melihat keberhasilan tersebut sebagai bagian dari proses panjang membangun ekosistem dancesport di Sumatera Selatan.

Menurutnya, medali yang diraih atlet harus diikuti evaluasi dan program pembinaan yang lebih terarah. Regenerasi atlet, peningkatan kualitas pelatih, serta keberanian membawa atlet ke kompetisi internasional menjadi bagian yang tidak terpisahkan.

“Keberhasilan ini bukan hanya soal medali. Ini menunjukkan bahwa kita memiliki potensi besar yang harus terus dikembangkan,” tegasnya.

Ia berharap semakin banyak atlet muda Sumatera Selatan yang mendapat kesempatan masuk dalam sistem pembinaan dan memperoleh pengalaman bertanding di berbagai level.

Bagi PMPB Sumsel, capaian di Seremban sekaligus memperlihatkan pentingnya sinergi antara organisasi, pelatih, atlet dan seluruh unsur pendukung pembinaan olahraga.

Apresiasi juga datang dari Ketua IODI Kota Palembang, Rubi Indiarta.

Rubi menilai keberhasilan atlet Sumatera Selatan di Malaysia menjadi sinyal positif bagi perkembangan dancesport di Palembang dan Sumatera Selatan secara keseluruhan.

“Ini merupakan hasil yang membanggakan. Atlet kita mampu menunjukkan kualitas dan mental bertanding ketika berhadapan dengan peserta dari beberapa negara,” ujar Rubi.

Namun, ia mengingatkan bahwa keberhasilan dalam satu kejuaraan tidak boleh menjadi titik akhir.

Menurut Rubi, IODI harus terus memperkuat pembinaan dari tingkat bawah, memperluas regenerasi atlet, meningkatkan kapasitas pelatih, serta membuka lebih banyak kesempatan bagi atlet untuk mengikuti kompetisi di luar negeri.

“Pembinaan tidak boleh berhenti setelah kejuaraan selesai. Regenerasi atlet dan peningkatan kualitas harus terus dilakukan agar prestasi ini bisa berkelanjutan,” katanya.

Kontingen IODI-PMPB Sumatera Selatan yang tampil di Negeri Sembilan berjumlah 11 orang, terdiri atas delapan atlet dan tiga ofisial.

Tim tersebut dipimpin Suparman Romans sebagai manajer, dengan Santi sebagai pelatih dan Nora sebagai asisten pelatih.

Bagi Suparman, hasil di Malaysia merupakan buah dari persiapan dan kerja keras seluruh tim.

“Kami bersyukur atas hasil yang diraih. Para atlet sudah memberikan kemampuan terbaiknya. Yang paling penting, mereka mendapatkan pengalaman bertanding di level internasional dan bisa mengukur sejauh mana kemampuan mereka dibandingkan atlet dari negara lain,” ujarnya.

Suparman mengatakan evaluasi tetap akan dilakukan untuk menemukan sejumlah kekurangan yang masih harus diperbaiki sebelum menghadapi agenda pertandingan berikutnya.

Raihan Empat emas, satu perak dan satu gelar juara harapan akhirnya menjadi catatan penting bagi perjalanan dancesport Sumatera Selatan.

Di balik podium Seremban, ada pesan yang lebih besar: Sumatera Selatan memiliki atlet dancesport yang mampu bersaing di level internasional.

Kini tantangannya adalah bagaimana capaian tersebut tidak berhenti sebagai prestasi sesaat, tetapi menjadi fondasi bagi pembinaan IODI-PMPB Sumsel untuk melahirkan lebih banyak atlet dan membawa nama Sumatera Selatan ke podium-podium internasional berikutnya.(H Ferizal).