KILASNEWSTV.com, PALEMBANG – Penampilan Marching Band Athidira Wirabhakti (AWB) Polda Sumatera Selatan menjadi salah satu daya tarik utama dalam peluncuran program Car Free Day (CFD) Kota Palembang, Minggu (14/6/2026) pagi.
Atraksi penuh energi yang ditampilkan 155 personel marching band ini sukses memukau ribuan warga yang memadati kawasan pusat kota.
Tak hanya menyuguhkan harmoni musik dan formasi barisan yang rapi, aksi spektakuler sang Stikmaster yang berulang kali melakukan gerakan kayang di tengah penampilan langsung menyedot perhatian masyarakat. Banyak pengunjung menghentikan aktivitas olahraga mereka untuk menyaksikan atraksi tersebut, bahkan tak sedikit yang mengabadikan momen melalui telepon genggam maupun berswafoto dengan para personel marching band.
Kegiatan launching CFD tersebut dihadiri Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru, didampingi Wali Kota Palembang Ratu Dewa, jajaran Forkopimda Sumsel, serta sejumlah kepala daerah dan perwakilan pemerintah kabupaten/kota se-Sumatera Selatan.
Pembimbing Marching Band Athidira Wirabhakti, Kombes Pol Sudrajad Hariwibowo, SIK, MSi menjelaskan bahwa unit marching band kebanggaan Polda Sumsel tersebut dibentuk pada akhir tahun 2020 saat kepemimpinan Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri.
“Tujuan awal pembentukan marching band ini adalah untuk membangun kebersamaan, kekompakan, dan disiplin anggota, khususnya personel yang baru lulus pendidikan,” ujar Sudrajad.
Menurutnya, AWB saat ini merupakan generasi kelima yang beranggotakan 155 personel lulusan SPN Betung. Setiap angkatan dipersiapkan melalui proses pelatihan intensif selama dua bulan sebelum resmi tampil di berbagai agenda penting daerah maupun institusi kepolisian.
“Setiap tahun akan dibentuk generasi baru untuk menggantikan angkatan sebelumnya. Pada Juli mendatang, Marching Band Athidira Wirabhakti dijadwalkan tampil dalam peringatan Hari Bhayangkara ke-80 sekaligus menjadi inspirasi bagi para siswa yang sedang menjalani pendidikan di SPN,” katanya.
Alumni Akpol 1996 tersebut mengungkapkan, setiap personel dipilih berdasarkan karakter dan kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing divisi. Mulai dari Stikmaster, Field Commander, perkusi, penabuh drum, hingga pemain alat musik tiup seperti terompet, saxophone, bariton, mellophone, contra bass, serta colour guard.
“Penabuh drum misalnya, kami memilih anggota dengan postur tinggi dan fisik yang kuat karena membutuhkan stamina dan kekompakan yang tinggi saat tampil,” jelas mantan Kapolres Balangan itu.
Tidak hanya menguasai lagu-lagu kenegaraan dan mars institusi, AWB Polda Sumsel kini juga mampu membawakan berbagai lagu populer yang digemari masyarakat. Saat ini mereka telah menguasai sedikitnya 20 lagu kekinian.
“Latihan rutin dilakukan satu hingga dua kali dalam seminggu. Kami juga menghadirkan pelatih profesional dari luar dan mendapat pendampingan dari para lulusan Akpol,” tambahnya.
Eksistensi Marching Band Athidira Wirabhakti sendiri semakin mendapat perhatian setelah tampil memukau dalam sejumlah agenda besar daerah. Salah satunya saat peringatan Hari Bhayangkara di Griya Agung yang mendapat apresiasi langsung dari Gubernur Sumsel Herman Deru dan jajaran Forkopimda.
Sebelumnya, AWB juga pernah tampil di kawasan Kambang Iwak serta dipercaya mengiringi Kirab Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Palembang.
Sementara itu, Gubernur Sumsel Herman Deru menegaskan bahwa Car Free Day bukan sekadar ruang publik untuk berolahraga, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam menggerakkan ekonomi masyarakat.
“CFD harus menjadi ruang produktif bagi pelaku UMKM, IKM, dan generasi muda kreatif untuk menampilkan karya serta mengembangkan usaha mereka. Kita ingin ekonomi kreatif tumbuh dari ruang-ruang publik seperti ini,” tegas Herman Deru.
Ia menilai Kota Palembang sebagai ibu kota provinsi memiliki peran penting sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan.
Untuk diketahui, Car Free Day Palembang akan digelar setiap Minggu dengan dua sesi. Sesi pertama berlangsung pukul 05.30 hingga 08.00 WIB dengan rute Bundaran Pasar Cinde–Jalan Jenderal Sudirman–Jembatan Ampera–Flyover Jakabaring. Sedangkan sesi kedua berlangsung pukul 08.00 hingga 09.00 WIB dengan rute Bundaran Pasar Cinde hingga Bundaran Air Mancur Masjid Agung Palembang.
Peluncuran CFD perdana ini tak hanya menghadirkan ruang sehat bagi masyarakat, tetapi juga menjadi panggung yang memperlihatkan kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku ekonomi kreatif, dan institusi kepolisian dalam membangun wajah baru Kota Palembang yang lebih hidup, produktif, dan berdaya saing.(H Ferizal).








