KILASNEWSTV.com, PALEMBANG – Di era ketika sebuah informasi dapat menyebar dalam hitungan detik, tantangan institusi kepolisian tidak lagi sebatas menjaga keamanan di lapangan. Pertarungan sesungguhnya juga terjadi di ruang digital, tempat opini publik dibentuk dan kepercayaan masyarakat dipertaruhkan.

Di tengah perubahan tersebut, Bidang Humas Polda Sumatera Selatan memilih bergerak lebih adaptif. Bukan hanya mempercepat penyampaian informasi, tetapi juga membangun komunikasi yang terbuka, kredibel, dan mudah diakses masyarakat.

Di balik strategi itu, terdapat sosok Kompol I Putu Suryawan, S.H., S.I.K., yang saat ini menjabat sebagai Pelaksana Harian (Plh.) Kasubbid Penmas Bid Humas Polda Sumsel sekaligus Kaur Penum. Perwira lulusan Akademi Kepolisian Tahun 2008 itu dipercaya mengoordinasikan arus informasi publik agar setiap pemberitaan mengenai kepolisian tersampaikan secara cepat, akurat, dan berimbang.

Pengalaman panjangnya di lapangan, termasuk dua kali mengemban amanah sebagai Wakapolres, kini menjadi modal penting dalam membangun wajah baru komunikasi publik Polda Sumsel. Pendekatannya tidak hanya berorientasi pada publikasi, tetapi juga memperkuat hubungan antara institusi kepolisian dengan masyarakat melalui keterbukaan informasi.

Di bawah koordinasinya, Bid Humas Polda Sumsel mengoptimalkan penyebaran informasi melalui media massa, media sosial, televisi, hingga platform digital resmi. Seluruh informasi mengenai pelayanan kepolisian, pengungkapan kasus, kegiatan sosial, maupun program strategis Polri dikemas secara lebih sistematis agar mudah dipahami publik.

Salah satu fokus yang diperkuat adalah pembangunan reputasi digital institusi melalui penerapan Search Engine Reputation Management (SERM). Strategi ini memastikan informasi resmi Polda Sumsel lebih mudah ditemukan masyarakat di mesin pencari sehingga mampu menjadi rujukan utama di tengah derasnya arus informasi yang belum tentu terverifikasi.

Langkah tersebut dinilai penting mengingat ruang digital kini menjadi salah satu arena utama pembentukan persepsi publik. Karena itu, kecepatan informasi harus berjalan beriringan dengan akurasi dan kredibilitas.

Namun, keberhasilan komunikasi publik tidak hanya diukur dari banyaknya publikasi. Hubungan yang terbuka dengan media juga menjadi faktor penting. Dalam praktiknya, Kompol I Putu Suryawan dikenal membangun komunikasi yang responsif dengan para jurnalis, baik dalam memberikan konfirmasi maupun memfasilitasi kebutuhan informasi dari satuan kerja di lingkungan Polda Sumsel maupun Polres jajaran.

Tonny, jurnalis Media online Lingkaran Istana, menilai pola komunikasi tersebut memberikan kemudahan bagi wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik.

“Pak Putu sangat terbuka kepada wartawan. Saat membutuhkan konfirmasi atau wawancara, beliau selalu berusaha merespons. Kalau sedang belum bisa menjawab, biasanya akan menghubungi kembali,” ujar Tonny.

Menurutnya, komunikasi yang dibangun tidak berhenti pada pemberian keterangan. Ketika wartawan mengalami kendala memperoleh akses informasi dari satuan kerja tertentu, Kompol I Putu Suryawan kerap membantu menjembatani koordinasi agar proses konfirmasi dapat berjalan lebih cepat.

Pendekatan yang mengedepankan keterbukaan tersebut dinilai menjadi bagian dari transformasi komunikasi publik yang kini dijalankan Polda Sumsel. Humas tidak lagi hanya berfungsi sebagai penyebar informasi, tetapi juga menjadi penghubung antara institusi kepolisian, media, dan masyarakat.

Bagi Kompol I Putu Suryawan, membangun kepercayaan publik tidak cukup hanya melalui keberhasilan penegakan hukum. Kepercayaan juga lahir dari komunikasi yang transparan, responsif, dan mampu menjawab kebutuhan informasi masyarakat.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, strategi komunikasi yang adaptif menjadi salah satu fondasi penting dalam mendukung implementasi Polri Presisi. Melalui penguatan reputasi digital, optimalisasi pelayanan informasi, serta kemitraan yang erat dengan media, Bid Humas Polda Sumsel terus berupaya menghadirkan wajah kepolisian yang lebih terbuka, profesional, dan dipercaya publik.(H Ferizal).